Nikon WU-1a : Wifi connection for DSLR

Dunia fotografi digital berkembang demikian pesatnya, tidak hanya persoalan image saja yang menjadi unggulan tetapi faktor interkoneksi antar device saat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan juga untuk semua level camera digital. Wireless atau interkoneksi tanpa kabel yang sekarang menjadi trend dengan menggunakan WIFI.   Sistem ini tidak saja untuk workflow antara camera, PC dan Storage saja, namun juga untuk bisa terhubung dengan Gadget dan langsung ke internet untuk social media misalnya.

Nikon WT-1 wireless Wifi era Nikon D2

Nikon WT-1 wireless Wifi era Nikon D2

Nikon WT-2 pada era Nikon D2X

Nikon WT-2 pada era Nikon D2X / D2H

Nikon WT-4 pada era Nikon D3

Nikon WT-4 pada era Nikon D3 dan D3X

Nikon WT-5 pada era Nikon D4

Nikon WT-5 pada era Nikon D4

Nikon sebenarnya sudah mengembangkan sistem ini WIFI sejak lama yaitu era Nikon D2, D2H dan D2X, tetapi semua diperuntukan bagi jajaran kamera profesionalnya. Modul yang pernah dirilis yaitu Nikon WT-1, Nikon WT-2, Nikon WT-3, Nikon WT-4 dan terakhir Nikon WT-5.  Melihat deretan modul WIFI diatas adalah modul yang Pro level dengan harga yang mahal kisaran 5 juta sd 12 juta rupiah.

Nikon WU-1a (perhatikan PIn konektor yang berbeda dengan WU-1b )

Nikon WU-1a (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1b )

Nikon WU-1b (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1a)

Nikon WU-1b (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1a)

Nikon melihat perkembangan sistem interkoneksi WIFI saat ini dibutuhkan tidak saja pada kamera PRO tetapi juga kamera semi pro, entry level bahkan kamera pocket juga membutuhkan (lebih untuk koneksi ke social media). Untuk menjawab kebutuhan tersebut Nikon mengeluarkan ( tahun 2012) modul wifi “kelas mini/praktis/ekonimis” yang cukup kecil, ringkas dan handal yaitu WU-1a dan WU-1b. Dengan WU-1a/1b kita tidak perlu harus membeli atau menunggu DSLR khusus dengan built in wireless wifi, karena hampir semua kamera DSLR Nikon yang kita miliki bisa memanfaatkan mini device ini, kecuali Non konektor DC2 semacam kelas PRO Nikon…. Dan harganya cukup ekonomis hanya perlu merogoh Rp. 625.000 sudah mendapatkan modul ini. Great Job Nikon !

Box Nikon WU-1a

Box Nikon WU-1a

Saya coba membahas tentang manfaat “mainan kecil” ini dan seperti apa performanya, karena menurut saya modul praktis Nikon WU-1a ini,  adalah modul MUST HAVE yang harus dimiliki saat ini ! (operasi antara WU-1a dan WU-1b tidak berbeda)

COMPABILITY and SPECS  :

Nikon WU-1a : Nikon Seri D3200, D3300, Nikon D5200, 5300, Nikon D7100, Nikon DF, Coolpix P7800, P330, Coolpix A, Coolpix P530, P520 untuk update compatible camera Link  NIKON :  Nikon Wu-1a

Nikon Wu-1a : Nikon D600, 610, Nikon 1 AW1, Nikon 1V 2, Nikon 1 J3, Nikon 1 S1  untuk update compatible camera Link NIKON : Nikon Wu-1b 

Gadget Compatibility :  OS: Smartphones, Tablets: Android™ version 2.3 or later (smartphone), Android version 3.0 or later (tablet). iPhone® and iPad®: iOS version 6.0 or later.
Max Range : Wi-Fi®: 11b/g/n (maximum range approximately 10-15m/33-49 ft).

Un boxing Nikon WU-1a

Un boxing Nikon WU-1a

SMALL and EASY

Nikon WU-1a ukurannya sangat kecil bahkan boleh dibilang hanya sebesar coin Rp.500,- sehingga sangat praktis dan tidak membebani berat kamera untuk dibawa kemanapun kita memotret. Justru karena kecilnya, unsur “mudah hilang” menjadi perkara berikutnya jika tidak berhati-hati. Untuk menghindari hal ini nikon telah menyertakan kompartemen penyimpan yang bisa dipasang pada strap kamera besarta tali kecil yang dikaitkan ke modul WU-1a.

WU-1a merupakan modul yang sangat kecil / mini

WU-1a merupakan modul yang sangat kecil / mini

di dalam the Clip Box

Di dalam the Clip Box

PLUG and PLAY

Cara pemasangan juga sangat mudah :

  • Matikan Power kamera
  • Buka karet konektor biasanya di samping kiri body camera anda
  • Umumnya konektor DC2 berada pada urutan paling atas
  • Tancapkan WU-1a pada konektor
  • Nyalakan/ON Power kamera
  • jika lampu menyala HIJAU berkedip pelan  berarti bahwa WU-1a sudah terkoneksi dengan baik, jika menyala MERAH berarti koneksi error ( matikan kamera dan nyalakan lagi ).

Ukuran WU-1a yang kecil/mini membuat keberadaan modul ini pada kamera tidak mengganggu handling operasional pemotretan.

Konektor untuk WU-1a

Konektor untuk WU-1a

Tancapkan WU-1a pada konektornya

Tancapkan WU-1a pada konektornya

Modul kecil tidak mengganggu operasional kamera

Modul kecil tidak mengganggu operasional kamera

APPS ON GADGET

Untuk menggunakan WU-1a jangan lupa kita terlebih dahulu melakukan download APP Nikon Wireles mobile Utility (WMU) ini pada gadget kita, untuk mendownload gunakan link di bawah :

ANDROID Apps Google Play link : Nikon Wireless Mobile Utility

tampilan di Google play store

tampilan di Google play store

iOS Apps  for iphone atau iPad : Nikon Wireless Mobile Utility

Tampilan di iOS App Store

Tampilan di iOS App Store

GADGET PAIRING

Untuk pairing antara Camera dengan Gadget sangat mudah, ikuti langkah berikut :

  •  WU-1a yang sudah terpasang sempurna, nyalakan kamera maka lampu hijau akan menyala dan berkedip pelan.
  • green
  • Nyalakan Gadget anda dan searching device Wifi
  • Pilih device wifi NIKON WU ……
  • setting wifi
  • Tekan WMU Apps pada gadget kita
  • Tekan tanda antena di pojok kiri atas, jika tanda silang pada antena sudah hilang berarti pairing sudah berhasil
  • antena nok
  • antena ok
  • Lampu pada WU-1a akan menyala hijau terus tanpa berkedip, maka kamera dan gadget anda sudah terhubung dan siap for Action!
  • green

MENU SHOT ON GADGET

Di sini ada 2 macam pemotretan, yaitu

  1. Pemotretan dengan Metode WMU : pemotretan dengan kendali di gadget, dengan metode ini maka fungsi exposure harus kita atur terlebih dahulu, karena kita tidak bisa mengatur exposure dari kamera dan juga dari gadget. Jika pemotretan kita pada outdoor dengan situasi lighting yang berubah-ubah maka sebaiknya gunakan mode : P, S atau A. Mode M dipakai jika kondisi lighting under control. Jika anda membutuhkan pemotretan yang cepat maka pilih download after OFF dimana download tidak dilakukan saat setelah shutter dirilis. Dengan kata lain fungsi gadget lebih sebagai live view dan shutter release.
  2. Pemotretan dengan metode CAMERA : dengan metode ini maka semua handling kendali di kamera dan hasil dapat dikirim ke gadget setelah shutter dirilis.
  3. Sebagai catatan download file dari kamera k gadget per file membutuhkan waktu berkisar 10 sd 15 detik.
Pilihan antara WMU dan Camera Operating

Pilihan antara WMU dan Camera Operating

METODE WMU

Untuk memulai memotret paka tekan TAKE PHOTOS maka kamera siap dioperasikan dengan gadget. Untuk focusing kita menggunakan metode touch screen, sentuh titik yang kita inginkan untuk focus, maka AF kamera akan bergerak untuk memfocus hingga titik warna focus pada hijau. Pada saat menggunakan metode ini control menu di body kamera tidak bisa difungsikan, dan di LCD kecil akan muncul tulisan PC.

Pada Metode ini fungsi kamera berubah menjadi Live view dan kita bisa melihat preview bidikan pada layar gadget kita, angka exposure tampil pada display namun kita tidak dapat melakukan control/merubah dari gadget.

Muncul tulisan PC untuk metode WMU

Muncul tulisan PC untuk metode WMU

Tekan TAKE PHOTOS

Tekan TAKE PHOTOS

DOWNLOAD

Setelah pemotretan/shutter rilis hasil akan terdownload langsung ke gadget,  yang perlu diperhatikan bahwa file yang terdownload di gadget adalah file kecil JPEG saja, tidak bisa disetting ke JPEG Original maupun RAW. Semua file JPEG Ori/RAW akan tersimpan di memory card kamera seperti pada pemotretan umumnya. Karena sifat file kecil maka metode ini lebih ke arah membantu untuk preview atau untuk social media transfer. Waktu untuk downloading juga cukup lama berkisar  10 sd 15 detik, jika dirasa terlalu lama maka fungsi download dapat di off kan.

File langsung terdownload

File langsung terdownload

File terdownload sempurna

File terdownload sempurna

File terdownload bisa di zoom preview seperti layaknya preview di gadget umumnya

File terdownload bisa di zoom untuk preview dengan metode touch screen 

METADATA dan GEOTAGING

Yang menarik adalah pada file metada ada info GEOTAGING atau posisi koordinat lokasi pemotretan, tentu saja hal ini sebagai nilai tambah pemotretan dengan metode ini. Sepertinya kamera kita built in GPS atau seakan-akan terpasang Nikon GPS 1 yang seharga 2,5 juta.

Geo tagging koordinat lokasi pemotretan

Geo tagging koordinat lokasi pemotretan

CONNECTING SOCIAL MEDIA

Bagi penggemar update/sharing social media maka, hasil pemotretan kita dapat langsung dikirim ke social media tanpa perlu repot transfer dan download terlebih dahulu dari memory card kita.

Siap koneksi ke social media

Siap koneksi ke social media

METODE CAMERA

Pada metode ini control tetap berada pada body kamera dan gadget berfungsi sebagai download file hasil pemotretan setelah shutter dirilis.

TAKE PHOTO TANPA LIVE VIEW

Pada metode kamera maka pada saat kita tekan take photo di gadget tidak muncul Live view  seperti pada metode WMU.

Pada metode camera maka gadget tidak menampilkan live view

Pada metode camera maka gadget tidak menampilkan live view

DOWNLOADING :

Setelah shutter camera kita lepaskan di body maka file  segera tertransfer ke gadget kita dan siap kita gunakan sesuai kebutuhan. Sebagai catatan file original RAW/JPEG tetap terekam di dalam memory card kamera kita.

Begitu shutter di rilis file segera terdownload.

Begitu shutter di rilis file segera terdownload.

File telah terdownload

File telah terdownload

Masih ada beberapa menu dan setting pada nikon WU-1a, saya coba bahas beberapa yang menarik.

VIEW PHOTOS :

Menu ini adalah untuk meilhat :

  1. Picture On Camera : untuk melihat isi memory card yang ada di kamera
  2. Camera Roll : untuk melihat foto yang ada di gadget
  3. Latest Downloads : untuk melihat foto yang terakhir terdownload di gadget (pemotretan terakhir)
    Menu View Photos

    Menu View Photos

    Ada 3 pilihan menu

    Ada 3 pilihan menu

SYNCHRONIZE CLOCK :

Menyamakan waktu camera dengan gadget kita, agar meta data presisi waktunya

Pilihan synchronize clock

Pilihan synchronize clock

PILIHAN THUMBNAILS :

Kita dapat memilih besarnya file data yang  ter-transfer yaitu antara standard dan large, tapi dengan catatan file ini adalah file yang sudah di compressed  ( maka istilahnya adalah thumbnails menu ) jadi file ini digunakan untuk keperluan preview atau kebutuhan file kecil saja. Sedangkan file RAW/Original Jpeg tersimpan di memory card.

Pilihan Thumbnail

Pilihan Thumbnail

SETTING LOCATION GEO TAGGING

Kita dapat melakukan setting geo tagging pada meta data kita, sehingga walaupun kamera kita tanpa device GPS tetap dapat memanfaatkan GPS dari gadget kita. Geo tagging adalah berdasarkan data lokasi pada waktu downloading file di gadget, bukan pada titik saat shutter di release, jadi ada kemungkinan bergeser jika kita berjalan.

Setting Geo Tagging

Setting Geo Tagging

PRO and CONS

PRO

  • Modul kecil dan praktis sekali
  • Nir kabel dengan menggunakan Wifi
  • System iOS dan Android
  • Sebagai preview yang bermanfaat
  • Berfungsi sebagai pelepas shutter dengan preview jarak jauh
  • Mampu memudahkan pemotretan angle extreem
  • Harga ekonomis dibanding WIFI kelas PRO Nikon, harga di kisaran Rp. 650 ribu

CONS

  • Tidak bisa transfer original File RAW/JPEG, file cenderung untuk preview
  • Waktu transfer lama berkisar 10 sd 15 detik per file, dan shutter dapat di release setelah download selesai
  • Tidak bisa digunakan direct ke laptop kita, karena tidak ada modul program di laptop.
  • Jarak Wifi hanya berkisar 10 sd 15 meter saja.

MY THOUGHT

Menurut pendapat saya modul WU-1a/1b tetap merupakan “must have” device karena dengan harga yang ekonomis kita dapat melakukan interface data dengan gadget yang umumnya sudah kita miliki (iOS atau android) dan sekaligus dapat memanfaatkan fungsi “ultimatenya” untuk membantu pemotretan konsep kreativitas yang OUT OF THE BOX !!!

The SOCIAL HOUSE : ada untuk kebersamaan

social title small

Setelah menembus jalur macet Tanjung priok, dengan melintasi jalan- jalan tikus, akhirnya sampailah saya di daerah Cilincing. Panas terik menghantam kepala, tapi suara anak-anak bernyanyi membuat suasana menjadi lebih sejuk dihati. Kepala boleh panas hati tetap dingin katanya….. Memasuki halaman rumah sederhana mulai disambut penjual kue pancong, penjual mainan anak dan kerumunan ibu- ibu, sementara  anak-anak yang sedang duduk di lantai terlihat mengikuti pelajaran menyanyi dari pintu depan rumah. Inilah rumah sosial Karya Kerasulan Vincensian Atmabrata

Suasana di rumah karya Atmabrata

Suasana di rumah karya Atmabrata

The social house

Mengutip dari history yang saya dapatkan : Karya sosial Atmabrata adalah sebuah pelayanan bagi warga miskin di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Rumah pelayanan ini adalah milik Gereja Salib Suci, Keuskupan Agung Jakarta, yang memulai karya pelayanannya sejak tahun 1978 dengan memberikan pelayanan pada penanganan keluarga miskin dan pembeian beasiswa bagi anak- anak kurang mampu. Pada awal 2010 atas prakarsa pastor paroki Romo Wahyuliana CM, Atmabrata dihidupkan kembali dengan memberikan berbagai macam karya sosial yang lebih beragam. Penanggung jawab saat ini diberikan kepada seorang Bruder Petrus PSS.

Bruder Petrus

Bruder Petrus

Beberapa kegiatan yang dijalankan :

  1. Rumah Pangan Bagi Lansia : Memberikan makan dan minuman sehat buat para lansia dengan mengunjungi dari rumah kerumah
  2. Rumah Pendidikan : Memberikan pendidikan tambahan kepada anak- anak kurang mampu, saat ini Atmabrata memiliki tiga lokasi yaitu : Sekolah Empang di Kampung Sawah, sekolah Bambu di Bulak Cabe dan di Kelapa dua.
  3. Rumah Kesehatan : Memiliki klinik di jalan kelapa dua dengan tenaga seorang mantri kesehatan. Biaya periksa dan obat sangat murah hanya 5000 sd 10.000.
  4. Rumah Pangan Sembako : Pengadaan sembako murah bagi warga terbelakang, orang tua murid, masyarakat miskin dan anggota koperasi
  5. Rumah Sandang : Kegiatan penjualan baju layak pakai dengan harga sangat murah
  6. Rumah koperasi Simpan Pinjam : Koperasi simpan pinjam bagi warga kurang mampu dengan kisaran 500.000 sd 1.000.000 sebagai pinjaman modal usaha
  7. Rumah Pengolahan Reffil Plastik : Menggerakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan dalam pembuatan tas dan aneka barang dengan bahan baku limbah refill plastik.
Suasana belajar bersama

Suasana belajar bersama

The Unity

Memasuki social house, disambut oleh bruder energic yang bicaranya ceplas- ceplos akrab, beda sama stereotype pada umumnya bruder yang saya jumpai. “Pak guru” demikian bruder menyebut dirinya dengan sabar membantu satu persatu murid-murid kecilnya mengerjakan tugas origami. Terlihat anak- anak mulai membentuk lingkaran mengerubuti Bruder dan mulai menyorongkan tangan-tanganya ke pak guru kesayangan.

Ceria

Ceria

Suatu bentuk keakraban yang sudah terjalin dalam lingkungan yang tanpa sekat dan batasan. Sebuah sekat dan batas yang sudah hilang menembus perbedaan-perbedaan sosial yang ada. Perbedaan kaya-miskin, agama, etnis dan kasta- kasta sosial hilang di rumah ini, semua menyatu dalam kebersamaan.

"saya...saya...saya....bu guru"

“saya…saya…saya….bu guru”

Terlihat anak-anak dari beragam etnis menyatu, bahkan beberapa ibu-ibu berkerudung menyekolahkan anaknya di rumah ini. Para pelayan yang berbagai etnis, dari batak, chinese, betawi dan bahkan brudernya dari Prambanan Klaten semua menyatu dalam semangat. Sekali lagi terbukti bahwa suatu gerakan kasih dalam kebersamaan akan menembus dan memecahkan sekat dan batas perbedaan ciptaan manusia.

The Ompong Boy

The Ompong Boy

Sekolah Bambu

Dari rumah Atmabrata saya menyusuri kembali jalanan padat sekitaran Cilincing. Memasuki tepian sungai, jalan mulai menyempit hanya bisa dilalui dua kendaraan kecil, bau amis khas kampung nelayan mulai masuk menembus mobil. Sungai yang berair hitam penuh dengan sampah, kios kecil berdiri di bantaran sungainya, rumah-rumah hunian sederhana dan tumpukan kontainer diseberang sungai menjadi pemandangan sepanjang perjalanan menuju sekolah bambu. Sekitar 45 menit menyusuri jalan, yang penuh dengan fragmen kehidupan orang pinggiran, akhirnya saya sampai di daerah sekolah bambu.

Sekolah bambu ku

Sekolah bambu ku

Sekolah bambu, sebutan buat sekolah sederhana asuhan Atmabrata karena ruang kelas yang terbuat dari bangunan semi permanen dan dinding kelasnya terbuat dari bambu. Kelas pertama berada di tepi jalan, lebih mirip seperti posko-posko sementara atau gudang penyimpanan.

Tanpa meja kursi, beralaskan bumiku

Tanpa meja kursi, beralaskan bumiku

Kelas ini hanya memiliki dua jendela kecil sehingga ruangan menjadi gelap dan panas untuk belajar mengajar yang layak. Hari itu ruang kelas dijejali sekitar 30 an anak-anak, mereka duduk di lantai, karena memang tidak terdapat mejankursi seperti layaknya ruang kelas pada umumnya. Seorang guru perempuan berlogat batak dengan semangat, mengajar anak-anak belajar berhitung. Ruang kelas ini untuk anak- anak setara kelas 1.

ini kelasku....

Ini kelasku….

Menyusuri jembatan bambu menyusuri sungai terdapat Kelas kedua di selasar rumah warga. Ruang kelas semi terbuka ini menampung lebih banyak anak, dan umumnya sudah setingkat sekolah dasar kelas 3 dan 4,  hari itu berkumpul sekitar 100 an anak yang diajar oleh tiga orang guru pembimbing.

Menunggu anakku

Menunggu anakku

Memasuki ruang kelas ketiga di halaman rumah warga di sebelah kelas kedua, suasana kelas lebih kecil dan dijejali oleh anak-anak setara kelas 2 SD. Halaman rumah warga ini dipenuhi oleh 20an anak yang sedang belajar membaca. Semua terlihat ceria khas dunia anak-anak,  tak ada perasaan minder dan terpinggirkan, semua adalah sama, equal !

Di balik pagar cita

Di balik pagar cita

The spirits.... keep on burning

The spirits…. keep on burning

Sekolah Taman Bacaan

Tidak jauh dari sekolah bambu saya kembali menelusuri lorong-lorong kecil di sepanjang tepi sungai menuju sebuah sekolah taman bacaan. Memasuki sebuah ujung lorong mulai terdengar anak-anak bernyanyi dan terlihat banyak ibu-ibu yang menunggui anaknya yang sedang belajar. Kelas ini lebih dikhususkan untuk anak-anak taman kanak-kanak.

"Ayo siapa berani maju kedepan ?"

“Ayo siapa berani maju kedepan ?”

Ilmuku kugantungkan pada hero-hero ku

Ilmuku kugantungkan pada hero-hero ku

Kelas-kelas selalu ramai, banyak keluarga yang berharap pada karya sosial ini

Kelas-kelas selalu ramai, banyak keluarga yang berharap pada karya sosial ini

Uniknya ruang kelas ini menggunakan sebuah ruang taman bacaan milik yayasan Muslim, sungguh suatu kekuatan kebersamaan yang melintasi sekat-sekat agama. Atas nama kemanusiaan dalam kebersamaan kita semua adalah sama! Equal!

Sekolah Empang

Sekolah empang jaraknya lebih jauh dari sekolah bambu, menyusuri lebih dalam lagi, dan akhirnya masuk ke jalan yang aspalnya mulai mengkikis semua. Kurang lebih sekitar 500 meter, saya harus turun dari mobil karena jalan sudah tidak bisa dilalui. Saya harus menyusuri lorong-lorong di kampung, sambutan hangat masih terasa di kampung, agak terkejut karena biasanya hal seperti ini hanya dijumpai di kampung saya.

Sekolah empang ku

Sekolah empang ku

Tetangga sekolah

Tetangga sekolah

Setelah melewati lorong akhirnya saya mulai memasuki daerah lorong yang terlihat tumpukan kontainer di balik temboknya, tak jauh dari situ terlihatlah sekolah empang yang mungil berdiri di atas kolam. Walaupun kecil tapi bangunannya cukup menarik, saya yakin anak-anak akan menyukai karena gaya-gaya rumah panggung yang mirip rumah pohon. Siang itu saya melihat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung dipandu oleh 2 orang  relawan guru, murid-murid di kelas empang lebih ke anak-anak umur Taman kanak-kanak.

Dalam pigura kenangan

Dalam pigura kenangan

Wajah kecil kita : fragile!

Wajah kecil kita : fragile ! 

Rumah Pangan buat Lansia

Siang itu sudah disiapkan bungkusan-bungkusan ransum dalam plastik putih, saya lihat di dalamnya ada susu ultra, nasi putih, sayur, buah dan daging, pokoknya 4 sehat 5 sempurna. Beberapa relawan mulai bersiap untuk berkeliling mengunjungi para lansia untuk membagikan ransum makan siang, saya ikut salah satu dari mereka mengunjungi 4 orang lansia. Dengan membonceng motor saya mulai masuk-masuk gang sempit yang hanya bisa dilalui motor. Sungguh trenyuh melihat keadaan para lansia di lingkungan ini, banyak yang kondisinya kurang diperhatikan, tetapi kadang saya harus bisa memahami semua ini karena faktor kondisi ekonomi keluarga, mereka mungkin sudah memberikan yang “the best” walaupun masih jauh dari yang kita harapkan.

Perhentian pertama, saya mampir di rumah seorang nenek yang tinggal sendiri, sementara yang merawat adalah keponakannya yang tinggal di samping rumahnya. Memasuki lorong rumahnya yang dingin, kosong tanpa perabotan dan sepi tanpa tanda kehidupan. Setelah memasuki kamarnya, sungguh hati saya luluh melihat nenek yang sudah pikun, sulit berkomunikasi dan sulit berjalan. Saya tidak bisa berkata-kata melihat kondisi beliau…. speechless… semoga kameraku mampu menggerakan kita untuk menyayangi ibu tercinta kita…

HOPe..... ( anybody care? )

HOPe….. ( anybody care? )

Perhentian Kedua, saya mulai menelusuri lorong kampung lagi, sampai pada suatu ujung rumah yang lapuk dan tak terawat. Ragu saya untuk memasuki rumah, seorang anaknya ternyata suadah familiar dengan kunjungan kami yang secara rutin memberikan asupan gizi dan pemeriksaan kesehatan. Kemudian seorang cucunya mengajak kami masuk untuk menemui nenek tercintanya, terlihat seorang nenek yang sudah sangat renta tidur terkulai di kasur yang sudah mengeras dan lembab. Beliau membuka matanya melihat kearah kami, mengenali dan terlihat gurat raut gembira dalam lemahnya. Get Well Oma we care of you…

The volunteer : her truly friend

The volunteer : her truly friend

My Teddy to company you nenek.

My Teddy to company you nenek.

Pemberhentian ketiga, saya mendatangi seorang nenek yang waktu mudanya adalah penyanyi dan bahkan sering memenangkan lomba. Dimasa senjanya beliau terlihat kesepian walaupun hidup bersama dengan anaknya. Beliau menyambut kami sangat bersuka cita, dalam sakit kakinya beliau memaksakan diri untuk berdiri dan mengajak kami bernyanyi bersama, terlihat wajah bahagianya di sore hari itu. Kadang walaupun kita dekat secara fisik tetapi tanpa sentuhan kasih akan membuat kita “jauh” dan “sepi”.

Nenek sang penyanyi

Nenek sang penyanyi

Perhentian keempat, kembali menelusuri lorong-lorong kampung dengan sepeda motor yang kadang harus melambat karena sempitnya gang antar rumah. Kali ini kami menemui seorang nenek yang ramah dan ditemani seorang cucunya yang lengket dengan beliau,  seperti biasanya beliau langsung menyambut hangat dan akrab.

Dengan cucu tercinta

Dengan cucu tercinta

The Ending

Sehari mengunjungi rumah karya sosial Atmabrata dalam kebersamaan dengan lingkungannya, sungguh membukakan mata hati saya bahwa sekat-sekat sosial yang diciptakan manusia akan luluh dan terlepas atas nama kasih kepedulian dan kebersamaan. Juga satu hal yang masih membekas adalah “Cintailah orang tua kita”, kadang kehadiran kita saja tidak cukup tetapi sentuhan kasih lah yang lebih membahagiakan.

You are my Heart

You are my Heart

Sebuah perjalanan hidup pada fase anak belia dan fase manula adalah sisi fragile/rentan yang sangat bergantung pada kita yang masih”kuat” untuk menopang dan memberikan perhatian yang baik.

Apakah kita sudah berbagi kasih dalam kepedulian sosial terhadap sesama? Sekecil apapun nilainya jika tulus akan berguna buat yang membutuhkan…. Marilah kita renungkan.

Salam

Lowepro Pro Roller X-100 : Tas Traveler Sejati

bags travel

Saya mencoba mencari sebuah tas kamera yang cocok untuk traveling dan hunting foto. Beberapa criteria pertimbangan saya adalah :

  1. Tas ini harus kuat melindungi kamera di dalamnya.
  2. Tas ini harus meringankan beban saya, maklum umur sudah tidak muda lagi.
  3. Tas ini harus diperbolehkan masuk dalam cabin sebagi hand luggage.
  4. Tas ini harus memberikan inovasi kepraktisan dalam traveling.

Saya mencoba mencari dari beberapa merk yang ngetop untuk menemukan sebuah tas kamera yang tepat sesuai dengan kriteria saya. Mencoba mencari dari merk nge-pop dikalangan fotografer semacam National Geographic, Crumpler, manfrotto, Bellingham, dan akhirnya Lowepro. Saya sebenarnya sudah menghindarkan merk legendaris Lowepro ini, karena saya sudah bosan bukan karena quality-nya. Sejak pertama memotret hingga sekarang, sudah mondar-mandir berbagai type tas lowepro menjadi produk setia dalam perjalanan memotret saya. Saatnya mencoba mencari alternatif lain ! Tapi apa boleh dikata ternyata otak genius desainer lowepro benar-benar traveler sejati seperti komentar istri saya, sehingga akhirnya pilihanpun jatuh ke LOWEPRO : PRO ROLLER X-100 !!!

Saya mencoba membagi informasi tentang tas traveler sejati ini, siapa tahu ada teman fotografi yang sedang dilemma mencari sebuah tas yang tepat untuk hunting.

DESAIN LUAR

Tas ini seperti layaknya tas koper roller pada umumnya, sehingga tinggal menutup emblem lowepro dengan dengan Lak Band hitam maka koper kamera ini akan tersamarkan dengan baik. Maklum tas fotografer sering menjadi sasaran tangan-tangan jahil.

Lowepro tampak luar terlihat seperti koper biasa

Lowepro tampak luar terlihat seperti koper biasa

SPESIFIKASI :

Fits:

  • 1-2 Pro DSLRs
  • 4-6 extra lenses/accessories
  • Up to a 14ʺ laptop

Technical Specifications:

Internal Dimensions: 29 x 16.8 x 40 cm (11.42 x 6.61 x 15.75 in)

External Dimensions: 35.5 x 28.5 x 51 cm (13.98 x 11.22 x 20.08 in)

Notebook Compartment: 30.5 x 3 x 39 cm (12.01 x 1.18 x 15.35 in)

Weight: 5 kg (11.00 lbs)

ROLLER

Tas Lowepro ini memiliki roda yang cukup besar sehingga jika kita ajak melewati jalan semacam paving/aspal masih terasa nyaman.,selain itu roda-roda tas ini cukup ringan bergerak dan lancar. Menurut dealer tas ini (camera shop Grand Indonesia) memiliki life time guaranty pada roda-roda dan resletingnya, sehingga jika rusak tinggal dibawa ke dealer untuk di repair.

Roda cukup besar dan ringan berputarnya

Roda cukup besar dan ringan berputarnya

STICK HANDLE GRIP

Cukup kuat karena menggunakan double stick, dan sangat memudahkan kita saat tas ini “menggendong” tas lain karena akan steady, jika kita bandingkan dengan model single stick yang mudah jatuh. Selain itu pada handle gripnya dapat digunakan sebagai dudukan kamera jika darurat tidak membawa tripod. Mungkin ditujukan untuk pemotretan dokumentasi grup, karena umumnya malas buat mengeluarkan tripod. Jika tidak digunakan handle ini bisa tersimpan dengan rapi karena tertutup dalam bilik ber-risleting.

Handle grip

Handle grip

Handle grip tersimpan rapi

Handle grip tersimpan rapi

Mudah untuk "menggendong" tas lainnya

Mudah untuk “menggendong” tas lainnya

Dapat sebagai tripod urgent

Dapat sebagai tripod urgent

TRIPOD HANDLE

Lowepro menyediakan dudukan untuk membawa tripod yang dapat dipasang dengan mengkaitkan pada sisi bawah tas dengan model velcrow. Dan kepala tripod dikaitkan dengan tali yang sudah tersedia di dalam kompartemen stick handle grip.

Tripod handle tinggal dikaitkan jika membawa tripod

Tripod handle tinggal dikaitkan jika membawa tripod

tripod terbawa dengan baik

tripod terbawa dengan baik

HAND LUGGAGES

Ukuran tas ini sangat pas karena memenuhi syarat hand cary dan cukup mudah handlingnya di dalam cabin pesawat.

Handling di dalam cabin pesawat mudah

Handling di dalam cabin pesawat mudah

MATERIAL BAHAN

Tak dipungkiri bahwa material bahan yang dipakai oleh lowepro umumnya sangat teruji kualitasnya. Jika dilihat meterial bahan KANVAS yang dipakai adalah material pada tas lowepro kelas Pro, walaupun sedikit disayangkan jenis resleting yang dipakai bukan model yang water resistant.

Material bahan cukup baik, kanvas kelas koper Pro

Material bahan cukup baik, kanvas kelas koper Pro

Risleting sayang bukan dari kelas water resistant

Risleting sayang bukan dari kelas water resistant

LAPTOP POCKET

Tempat laptop tersedia pada sisi atas dan cukup terlindungi, walaupun menurut saya kurang melindungi laptop dengan maksimal karena busa pelindung terlihat tipis, serta posisinya yang berada di sisi depan membuat rawan terkena benturan. Pada umumnya Lowepro mendesain pada sisi punggung tas.

Pocket buat laptop 13 inch

Pocket buat laptop 13 inch

SECURITY LOCK

Yang menarik adalah kunci pengaman tambahan dengan standard TSA, kunci ini cukup unik dengan tali baja yang mengunci simpul-simpul risleting sehingga aman dari tangan copet jail (hmmm… copet biasa lebih jago dari insinyur bule… wkwkwkwkw). Kelemahan menurut saya adalah pada tombol perubah angka kombinasi yang mudah kepencet dan takutnya tergeser tanpa sengaja, sehingga akhirnya kita kesulitan membuka tas kita karena kombinasi yang telah berubah.

Lock TSA

Lock TSA

pengaman dengan sling baja

pengaman dengan sling baja

TUAS PENYANGGA

Lowepro ini cukup unik dengan memberikan feature penyangga ini, kegunaannya saat kita membutuhkan peralatan dari dalam tas maka  dengan mudah kita bisa membuka tanpa harus meletakan seluruh badan tas ke lantai/tanah mungkin karena faktor kotor atau kemudahan handling pengambilan.

Tuas penyangga terpasang

Tuas penyangga terpasang

Mudah mengambil camera

Mudah mengambil camera

PADDED FOAM

Sisi dalam tas terlihat sangat aman buat kamera, khas lowepro! padded foam tebal, aman dan velcronya lasting time. Serta sisi dalam tas ini memiliki kedalaman yang cukup untuk kamera dengan vertical grip atau kamera kelas pro sehingga dapat menyimpan pada posisi kamera berdiri.

aman terkendali wkwkwkw...

Aman terkendali wkwkwkw…

Camera kelas pro atau dengan vertical grip mudah tersimpan dengan posisi berdiri.

Camera kelas pro atau dengan vertical grip mudah tersimpan dengan posisi berdiri.

POCKET INSIDE

Kantung-kantung praktis khas lowepro dihadirkan dibalik sisi penutupnya, yang menarik sudah disediakan kantung untuk memory card yang tertutup aman sebanyak 3 buah, kemudian disertakan kantung-kantung serbaguna lainnya.

Kantung-kantung sisi dalamnya.

Kantung-kantung sisi dalamnya.

DUAL BAGS !!!!!

Satu kelebihan brilian tas ini adalah Dual Bags, tas ini sebenarnya perpaduan antara TAS KOPER  luarnya dan di dalamnya adalah TAS RANSEL KAMERA yang terpadu. Kedua tas ini dikaitkan dengan risleting sehingga mudah untuk melepasnya.

Terbayang sebuah perjalan hunting dari Jakarta ke Bromo, stage pertama : perjalanan dengan pesawat menggunakan versi Koper Rolernya, stage kedua : pada pagi hari berburu sunrise kita lepaskan back pack dari koper induknya dan siap menemani kita hunting tanpa merubah susunan isi tas kita, stage ketiga : Lebih praktis lagi saat kita membutuhkan tas cadangan untuk oleh-oleh atau souvenir maka kita dapat memanfaatkan tas Koper induk  tadi. GREAT JOB!!!

Sayangnya ransel yang ada memang terkesan sederhana dan sedikit kehilangan kelengkapan khas backpack Pro lowepro pada sisi luarnya: semacam kantung-kantung luar, padded busa penyangga punggung dan tali cangklong ransel yang sedikit kurang nyaman untuk extreem hunting.

Dual Bags !!! Praktis

Dual Bags !!! Praktis

"kapal induk" yang kososng

“kapal induk” yang kososng

Menjadi dual Bags

Menjadi dual Bags

FREE UNIVERSAL ELECTRICITY PLUGS

Pembelian tas lowepro ini mendapatkan konektor listrik universal brand LOWEPRO, dengan sedikit kelebihan adalah adanya source USB konektor untuk directed charging ke gadget kita.

universal plugs dan pocket tripod holder

Universal plugs dan pocket tripod holder

USB charger

USB charger

NO RAINCOAT

Kekurangan dari tas kamera ini adalah tanpa diberikan raincoat, sehingga untuk melindungi tas dari  hujan kita harus membeli secara tersendiri dari lowepro atau third party semacam Tamrac atau National Geographic.

MY THOUGHT

Sebuah tas travel yang sangat praktis buat para photo hunting traveler, walaupun kita harus merogoh kocek yang cukup dalam berkisar Rp. 3,5 Juta tetapi cukup WORTH IT!

Semoga berguna

BERBAGAI SUMBER

Lowepro.com

Seblang : The Last Dance

seblang tittleBW

Kantuk makin terasa, pelan memacu mobil menembus kabut-kabut tipis yang berlarian di tanjakan jalan alas Kumitir,  Jember. Waktu sudah menunjukkan pukul 02:45 pagi, jalanan gelap dan senyap, rasa takut menyergap  melintasi alas Kumitir yang terkenal dengan cerita angkernya. Maju terus pantang mundur demi sebuah hunting foto Seblang. Creepy Zone !

Kesibukan menjelang

Kesibukan menjelang

Masih terlintas kemaren malam seorang teman sms mengatakan “Ada acara seblang di Banyuwangi, kalo mau hunting nyusul”, tanpa berpikir panjang booking Lion Air untuk penerbangan malam hari ke Surabaya. Esoknya sepulang kerja langsung tancap gas ke Bandara, titip mobil, dan terbang ke Juanda dengan sedikit delayed. Setelah menikmati nasi campur Sidoarjo, sekitar pukul 20:00 petualangan perjalanan darat dimulai. Lonely Joyride!

Omprok telah selesai

Omprok telah selesai

Sekitar jam 04:00 Neon sign Merah, Biru dan Kuning masih terlihat dari jauh meski kantuk dan letih mulai terasa, akhirnya menepikan mobil di depan Indomaret Jajag dan tidur di dalam mobil. Setelah lelap tanpa mimpi, sinar matahari pagi dan bunyi bising klakson mobil membangunkanku. Sekarang saatnya melanjutkan perjalanan ke  kota Banywangi yang tinggal 30 menitan. Hunting Time !

Omprok

Omprok

TENTANG SEBLANG

Seblang adalah sebuah ritual tarian masyarakat Osing di Banyuwangi. Ritual Seblang dilakukan sebagi bentuk bersih desa untuk menghindari bencana, musibah, musuh maupun roh jahat. Dengan menjalankan ritual ini diharapkan kehidupan desa akan aman, tenteram, damai dan sejahtera. Ritual semacam seblang umumnya juga dilakukan oleh masyarakat di pedesaan Jawa lainnya seperti : Ngalap Berkah, Petik Laut, maupun sedekah bumi. Sebagai perwujudan atas rasa syukur atas hasil pertanian maupun hasil laut dan sebagai selamatan untuk dimulainya sebuah musim tanam maupun musim melaut agar diberikan kelimpahan hasil.

dua tetua

Dua tetua

Menurut id-Wikipedia : Tari Seblang ini sebenarnya merupakan tradisi yang sangat tua, hingga sulit dilacak asal usul dimulainya. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa Seblang pertama yang diketahui adalah Semi, yang juga menjadi pelopor tari Gandrung wanita pertama (meninggal tahun 1973). Setelah sembuh dari sakitnya, maka nazar ibunya (Mak Midah atau Mak Milah) pun harus dipenuhi, Semi akhirnya dijadikan seblang dalam usia kanak-kanaknya hingga setelah menginjak remaja mulai menjadi penari Gandrung.

Merenda masa dalam kenangan

Merenda masa dalam kenangan

Pada Jamannya ritual seblang dilakukan diseluruh desa di Banyuwangi, tetapi dengan perkembangan jaman satu persatu mulai punah. Ritual seblang saat ini hanya bisa dijumpai di dua desa saja yaitu desa Olehsari dan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Bentuk ritual seblang kedua desa ini serupa tapi tidak sama yaitu :

Bersolek

Bersolek

A.      SEBLANG OLEHSARI

a.       Waktu pelaksanaan : seminggu setelah Idul Fitri

b.      Tempat : desa Olehsari

c.       Penari : gadis sebelum Akil Baliq

d.      Omprok/mahkota : dari daun-daun pisang

e.      Music : Kendang, gong, saron dan  tambahan Biola

Dua batas generasi

Dua batas generasi

B.      SEBLANG BAKUNGAN

a.       Waktu pelaksanaan : seminggu setelah Idul Adha

b.      Tempat : desa Bakungan

c.       Penari : perempuan yang sudah berhenti haid (menopause)

d.      Omprok/mahkota : dari bunga segar dari sekitar kuburan/kebun

e.      Music : kendang, gong dan saron

Dupa awal prosesi

Dupa awal prosesi

Seblang tidak terlepas dari ritual mistis karena menghadirkan roh halus sebagai “pengisi” sang gadis seblang.  Dalam upacara ini dukun-dukun yang bekerja memimpin upacara ritual, membaca mantra, memberikan sesaji dan membakar kemenyan hingga sang seblang “hidup”. Sang penari yang telah dirasuki roh diarak dari rumah dukun ke arena tari di lapangan desa. Sepanjang acara sang penari dalam kondisi “in Trance”, diiringi suara musik gendhingan, menari berputar mengikuti sang dukun dan menjalankan prosesi hingga akhir.

Langkah - langkah melintas

Langkah – langkah melintas

Acara ritual seblang diadakan selama 7 hari, dari hari kehari ritual yang diadakan kurang lebih sama, sedangkan pada hari terakhir ada sedikit perbedaan karena seblang akan diarak keliling desa sebagai bentuk ider bumi, semacam prosesi akhir membersihkan desa sebagai tolak bala.

Sebuah adat yang tetap menyatu

Sebuah adat yang tetap menyatu

JURNAL SEBLANG OLEHSARI

Seblang yang menjadi target hunting kali ini dalah Seblang Olehsari di kecamatan Glagah. Agak sulit untuk mencari desa Olehsari yang ternyata masih di pinggiran kota. Bertanya pada anak muda di pinggir jalan mereka sudah tidak fasih dengan kata seblang, mengandalkan sepanduk info sebagai suatu bentuk hajatan kota ternyata nyaris tidak ada, mungkin pemerintah daerah lebih senang acara fesival/karnaval fashion modern ? (entahlah), akhirnya setelah mencari tau dari bapak tua baru terjawab semuanya.

Janur melambai

Janur melambai, kendang dan gong telah siap

Panas sangat terik, kulit terasa tergigit matahari, menyusuri gang kampung di kota pesisir pantai. Terlihat spanduk seblang ada di ujung gang dan para pemuda mengatur penitipan sepeda motor maupun parkir mobil. Sebuah hajat kampung sedang berlangsung. Memasuki lorong menuju rumah pembuat Omprok/mahkota untuk sang penari seblang, disini rasa mistis mulai terasa. Sudah banyak anak-anak dan beberapa fotografer yang berkumpul untuk melihat ritual di rumah omprok ini.

Arena dengan cepat penuh dengan penonton

Arena dengan cepat penuh dengan penonton

Rumah berdinding anyaman bambu ( jawa : gedhek ), dengan jendela kaca besar di sisi depan, menjadi saksi proses pembuatan omprok. Memasuki ke rumah yang sempit, di dekat jendela depan ada sebuah dipan dan terlihat omprok tergantung di atasnya, dijagain oleh sang pembuat omprok, seorang ibu tua. Omprok adalah mahkota yang nantinya di pasangkan dikepala seblang, terbuat dari daun pisang muda yang dipotong menyerupai rambut rasta berjuntai hijau muda dan dihiasi beberapa bunga warna merah. Masih terasa suasana lebaran, suguhan kue khas lebaran  tersaji di meja, stoples-stoples kaca antik berisi penganan kacang dan kue khas kampung, dan gelas-gelas minuman warna-warni mengundang selera. Sebuah sambutan ramah dan tawaran untuk makan penganan dan minum membuat kita merasa diterima oleh tuan rumah. Sungguh suasana keramahan yang sudah sulit ditemukan di kota besar. Sesekali  anak-anak masuk dan berkumpul berkeliling melihat omprok dan sesekali fotografer masuk untuk memotret.

Sang penari mulai berlenggok penuh pesona

Sang penari mulai berlenggok penuh pesona

Setelah menunggu sekitar 1,5 jam di rumah pembuat omprok, akhirnya tiba saatnya ritual seblang dimulai. Seorang ibu tua membawa omprok keluar menuju rumah dukun dimana sang penari berada, letaknya tidak jauh dari rumah omprok. Setelah prosesi ritual “menghidupkan” si gadis seblang di dalam rumah sang dukun ( fotografer tidak diperbolehkan meliput ), akhirnya gadis seblang dituntun keluar rumah. Sang seblang sudah menggunakan omprok yang menutupi seluruh wajahnya sehingga tidak terlihat rona mukanya. Seblang yang sudah dalam keadaan kesurupan memulai ritual di jalan depan rumah dukun, sebelum akhirnya di arak ke arena tari di lapangan desa. Sang kepala dukun membaca mantra diiringi dengan asap-asap kemenyan, wangi mistis terserap hidung. Sesekali daun yang menutupi wajah seblang terkuak, tampak wajah anak gadis yang terpejam matanya dan terkesan “kosong”.

Sang sinden melantunkan lagu

Sang sinden melantunkan lagu

Setelah mantra selesai, arak-arakan menuju arena dimulai. Payung kuning selalu memayungi sang seblang yang berjalan di tuntun mengikuti sang dukun yang membawa anglo kecil untuk membakar kemenyan. Warga desa dan anak-anak mengikuti di belakang sang seblang seakan membentuk barisan. Warga desa keluar rumah atau sekadar melongok dari jendela untuk menyaksikan arak-arakan.  Perjalanan arak-arakan melalui gang kampung sejauh sekitar 500 m menuju lapangan desa dimana arena tari sang seblang cilik telah disiapkan.

Di balik panggung

Di balik panggung

Memasuki arena lapangan desa, terlihat sudah ramai oleh warga yang menanti sang seblang, para penjual makanan, penjual mainan anak-anak, dan terlihat pula para tamu undangan. Lapangan pun sudah di sulap, diujung lapangan sebuah arena seblang sudah berdiri dengan diberikan pagar bambu, atap plastic dan hiasan tanaman tebu dan janur kuning; di sebelah panggung tari didirikan tenda khusus untuk para undangan pejabat.

Game vs Seblang

Game vs Seblang

Musik mulai dimainkan menyambut sang seblang, terdengar irama dengan ritme yang berulang-ulang serta nyanyian dari pesindennya. Penonton mulai menyemut mengelilingi arena panggung sementara sang seblang duduk di apit oleh ibu tua. Acara dimulai dengan sambutan oleh perangkat kecamatan Glagah, bercerita tentang pentingnya melestarikan adat budaya. Setelah sambutan usai tarian seblang segera dimulai. Suara music gendhing makin keras bertalu-talu dan sang seblang mulai menari mengikuti sang dukun yang menari berkeliling arena yang bentuknya bulat.

Prosesi sang dukun saat Seblang istirahat

Prosesi sang dukun saat Seblang istirahat

PROSESI TUDINGAN

Tudingan adalah sebuah prosesi ditengah tarian sang seblang, dimana setelah berputar-putar sang seblang akan melempar selendang kearah penonton, bagi penontong yang terlempar/kejatuhan selendang harus naik ke panggung untuk menari bersama seblang. Bagi seseorang yang terkena lemparan selendang dipercayai akan mendapatkan keberuntungan sehingga kebanyakan dengan senang hati naik penggung menari dengan seblang. Lemparan seblang tidak berarti selalu mengarah ke seorang lelaki ( bayangan saya karena seblang seorang gadis tentunya akan memilih seorang lelaki) tetapi beberapa kali terjadi mengarah ke seorang wanita, yang tentunya harus naik panggung untuk menari bersama sang seblang. Jangan pernah menolak ajakan seblang untuk menari, kata warga setempat, karena seblang akan “mengejar-ngejar” sampai yang diinginkan mau menari bersama. Terbukti saat ada seorang wanita dilempar selendang dan menolak untuk menari, akhirnya pingsan dan seperti kerasukan. Setelah si wanita mau menari bersama seblang diatas panggung barulah “tersadar” kembali.

Saatnya kembali ke tersadar

Saatnya kembali ke dunia realita

PROSESI KEMBANG DHERMO

Di tengah acara juga ada prosesi bagi penonton untuk membeli bunga, harga bunga terserah pada kita berapa uang yang akan di dermakan/sumbangkan. Rangkaian bunga terdiri dari 3 kuntum dan ditancapkan di sebilah bambu. Bunga ini dipercayai sebgai penolak bala dan pembawa keberuntungan, sehingga sering ditaruh di rumah maupun di sawah.

Saatnya pulang ke rumah

Saatnya pulang ke rumah

AKHIR ACARA

Setelah acara menari, prosesi tudingan dan prosesi kembang dhermo, akhirnya berakhir setelah kurang lebih berlangsung 3 jam. Pada akhir acara sang seblang disadarkan dari keadaan kesurupan oleh sang dukun dengan di tidurkan di atas tikar di arena tarian. Sambil mengucap mantra-mantra akhirnya sang seblang tersadar dalam kondisi lemah dan di bawa pulang ke sang dukun.

Sang penjaga adat

Sang penjaga adat

Maghrib menjelang, salwati ( 16 tahun ) sang seblang keluar dari rumah sang dukun dan jalan pulang ke rumahnya dengan ditemani kakaknya. Mampir kerumahnya di sebuah sudut jalan, banyak kerabat yang tengah berkumpul dirumahnya. Khas anak gadis yang masih malu-malu, Salwati ditemani oleh adiknya menyapa tamu, lebih banyak senyum saat ditanya daripada menjawab sehingga kakaknya lebih banyak berperan untuk bercerita. Kabarnya inilah tarian terakhir Salwati karena tahun depan sang seblang sudah menginjak remaja dan sudah tidak bisa menjadi seblang lagi.

Salwati dan adiknya

Salwati dan adiknya

Sebuah tarian terakhir sang penerus tradisi serta sebuah tugas tradisi yang telah disandang dan diakhiri dengan baik. Sang penerus yang masih sering dilihat dengan sebelah mata,  suatu saat semangat itu akan meredup dan menghilang ditelan jaman. Akankah?

 
Ucapan Terima kasih :
Keluarga Pak Wien, Banyuwangi
Keluarga Mbok de Marina, banyuwangi
 
Berbagai Sumber :
 ID Wikipedia
Kaukus muda Banyuwangi
Kompasiana Kompas
 
 
Camera :
 Nikon, 14-24 mm, 70-200 mm dan 24 mm
Leica, 18 mm dan 35 mm
 

NIKON DF for MODELS and STUDIO SHOOTING

REVIEW PART 2

Kehadiran Nikon DF disambut gembira para hybrid traditionalist yang telah lama menantikan kembalinya desain “masterpiece”  ke era digital. Nikon berusaha untuk tetap mengusung pendekatan desain pada lekuk indah kamera analognya “masterpiece” nya dan berusaha tetap memberikan sentuhan analog handling, bahkan Nikon DF pun harus direlakan tanpa Video Recording untuk semakin memantabkan semboyannya “Pure Photography”

Nikon DF diposisikan sebagai kamera professional dengan harga premium, tentunya Nikon tidak asal memasang bandrol premium, tetapi sudah menyiapkan kamera ini untuk mampu menjawab dan memuaskan para fotografer pecintanya terutama kaum Hybrid Traditionalist.

Pada review ini, saya mencoba sharing sejauh mana Nikon DF mampu menjawab tantangan bagi para penggemar pemotretan Model/fashion/beauty/studio. Seperti kita ketahui baik kalangan professional maupun hobbist banyak sekali yang menyukai genre pemotretan ini, dan tentunya Nikon DF tidak akan gegabah untuk menanggapinya.

SENSOR 16 MP & EXPEED 3 :

Sensor yang dipakai adalah sensor dan Processor flagship camera Nikon D4 yang sangat handal. Jadi bisa dibayangkan bahwa qualitas image akan sebanding dengan Nikon D4.

Sensor Nikon DF sama dengan Flagship Nikon D4

Sensor Nikon DF sama dengan Flagship Nikon D4

ERGONOMIC dan HANDLING :

Pada kamera  Nikon jadul umumnya body camera flat tanpa hand grip yang baik, sehingga handling kurang nyaman. Pada Nikon DF lebih menggunakan pada pendekatan Nikon F3 dimana ada sedikit tonjolan handgrip pada body camera. Pada Nikon DF handgrip didesain lebih nyaman dari handgrip Nikon F3. Handling button menu terasa nyaman, hanya system locking button terasa tidak mudah pengoperasian pada pemotretan yang membutuhkan kecepatan perubahan tetapi pada sisi lain hal ini menjadi kelebihan.

Nikon DF cukup nyaman digenggaman tangan

Nikon DF cukup nyaman digenggaman tangan

BATTERY :

Jika melihat fisiknya battery Nikon DF sangat kecil tetapi dibalik tampang mungilnya battery Nikon DF cukup handal dan tahan lama, sehingga pemotretan tidak terganggu karena battery yang ngedrop. Menurut data CIPA (DPreview) hingga mencapai 1400 shoots.  Saya harus recharge battery setelah kurang lebih 1000an shoots dengan pemakaian preview dan live view yang cukup sering dan lama (maklum buat test drive). Sungguh nyaman daya tahan battery nya

Battery Nikon DF dibandingkan dengan SD Card

Battery Nikon DF dibandingkan dengan SD Card

BATTERY CHAMBER DOOR :

Pintu penutup battery menggunakan kunci yang unik dan baik sehingga tidak mudah terbuka, juga menggunakan seal karet sehingga lebih water resistant. Kelemahan menurut saya adalah pada pintunya yang mudah terlepas, sehingga penggantian battery pada pemakaian outdoor extreme harus hati-hati karena jika terlepas artinya hilang. Misalkan saat pemotretan nature  di hutan pegunungan jika terlepas bisa jatuh ke jurang atau hilang tertelan aliran sungai.

Penutup battery mudah terlepas. be carefull

Penutup battery mudah terlepas. be carefull

SD CARD :

Cukup disayangkan kamera sekelas DF hanya memiliki 1 buah slot memory, bandingkan dengan Nikon D610 yang kelasnya lebih murah memiliki double slots memory. Buat pemain professional untuk pemotretan model, fashion dan wedding tentunya sangat membutuhkan back up memory untuk menghindari memory failed atau corrupted. Terlebih pemotretan jenis ini, tentunya membutuhkan cost besar dan moment yang kadang tidak tergantikan. Tetapi hal ini bisa disiasati dengan melakukan WIFI transfer saat pemotretan di studio, sehingga back up file tetap bisa dilakukan dan tentunya buat kalangan profesional akan menggunakan memory card kelas profesional juga semacam SD Card Sandisk Extreem atau extreem Pro. Selama saya melakukan pemotretan outdoor extreem dan bahkan tercuci pun SD card ini tetap berjalan dengan baik.

Tempat battery dan sekaligus slot SD card

Tempat battery dan sekaligus slot SD card

SD CARD CHAMBER:

Peletakan SD Card yang menyatu dengan battery memang memberikan kepraktisan dalam desain dan memberikan kesan analog tanpa banyak chamber pada bodynya. Tetapi pada sesi pemotretan yang menggunakan tripod akan sedikit merepotkan saat harus mengganti SD card.

FOCUS AREA 39 POINT :

Nikon DF memakai modul AF yang berbeda dengan Nikon D4. Nikon DF menggunakan 39 point dengan modul Multi Cam 4800DX sedangkan Nikon D4 menggunakan 51 point dengan modul Multi Cam 3500FX. Karena modul yang dipakai adalah modul untuk DX camera seperti pada kamera Nikon D7000, maka pada Nikon DF yang sensornya FX terasa focus coverage nya lebih sempit. Sedangkan kalau kita melihat focus Nikon D4 dan juga dipakai di Nikon D800 coverage terasa lebih lebar. Mungkin untuk pemotretan Model / Beauty hal ini tidak menjadikan masalah yang besar karena lebih sering center focus yang dipakai.

Focus area coverage Nikon DF

Focus area coverage Nikon DF

Focus coverage Nikon D4

Focus area coverage Nikon D4

FOCUS SPEED :

Walaupun Nikon DF menggunakan sensor flagship Nikon D4 tetapi modul AF nya menggunakan second class yang dipakai pada Nikon D610 dan Nikon 7000, yaitu modul AF Multicam 4800 DX yang memiliki 39 titik point dan 9 cross sensor. Pada modul ini kecepatan focusing berada dibawah Nikon D4 dan D800, pada kondisi pemakaian low light / gelap focus terasa melambat, sehingga focus sering nge-hunt (mencari) menjadikan focusing sedikit kurang nyaman. Terlebih pada kamera kelas Pro, Nikon memang tidak memiliki illumination Light untuk membantu focus. Guna menyiasati kondisi focusing low light dapat digunakan modul SU-800 yang menggunakan laser beam maka kendala focus pada low light akan teratasi. Pada pemotretan models yang umumnya “on location Lighting Setting” tentunya faktor focus sudah diperhitungkan dan jika menggunakan modeling light tentunya tidak akan terjadi kendala ini.

Nikon DF dengan modul Nikon SU-800

Nikon DF dengan modul Nikon SU-800

Laser Beam yang terpancar dari SU-800 untuk guide focus.

Laser Beam yang terpancar dari SU-800 untuk guide focus.

VIEW FINDER :

View Finder Nikon DF sangat terang dan perbesaran/magnification 0,7x, membuat nyaman untuk mengamati object dengan baik, terlebih pemotretan fashion membutuhkan pengamatan yang detil dan cermat. Coverage dari view finder kamera ini adalah 100% jadi ” what you see is what you get ” akan membuat pengaturan komposisi sangat nyaman dan presisi.

WHITE BALANCE :

white balance sangat penting dalam pemotretan studio/beauty/fashion agar mendapatkan warna yang natural terutama pada skin tone. Umumnya dalam pemotretan model dilakukan setting WB Kelvin untuk menjaga kestabilan dan keakuratan. Pada Nikon DF setting White balance Kelvin cukup mudah digunakan, dimana kita dapat mengisi 3 digit agar lebih presisi dan sesuai dengan keinginan kita. (lihat Gambar) Seperti kita ketahui pada umumnya kamera menggunakan default interval dari pabriknya sehingga pengisian angka presisi tidak bisa dilakukan. Disini terlihat bahwa Nikon DF memberikan ruang akurat untuk WB Kelvinnya, jadi pengguna Color Metering semacam Sekonic C500DR dapat meng-input dengan mudah sesuai dengan nilai color temperatur lighting yang dipakai. Masih dalam pengaturan Kelvin White balance kita juga dapat melakukan adjustment untuk lebih Green atau Magenta dengan merubah chart adjustment sesuai yang kita inginkan.

Menu setting WB Kelvin

Menu setting WB Kelvin

PICTURE CONTROL :

Nikon DF juga menawarkan control ini sehingga memudahkan kita untuk memilah picture control sesuai dengan kebutuhan style pemotretan kita. Misalkan antara pemotretan model dan landscape tentunya akan memiliki style picture yang berbeda. kita dapat melakukan custom rename sesuai kebutuhan kita dan menyimpannya. Hal ini tentunya akan memudahkan kita untuk mengingat dalam memilih picture style. Sayangnya white balance belum dapat di seting dalam masing-masing picture control. Misalnya : kita custom picture control menjadi Model warm, model cool, model Natural.

Menu Picture Control

Menu Picture Control

ISO 50 (L1) :

Nikon DF memiliki extended ISO 50 (L1) dari defaultnya ISO 100, hal ini memudahkan kita dalam pemotretan studio jika ingin menggunakan lensa bukaan besar seperti f/1.2, f/1.4, f/1.8 ; sementara power lampu sudah tidak bisa diturunkan lagi. Yang perlu diperhatikan titik optimum image quality Nikon DF adalah di ISO100! sedangkan dengan extended L1 ini sebenarnya kualitas image justru sedikit berkurang dalam dynamic rangenya. ( lihat grafik di bawah ) dari hasil test DPreview.com menunjukan penurunan dynamic range pada extended ISO L1. Dimana penurunan adalah pada sisi detil Hi Light nya saja yaitu turun hingga 3 sd 4 grade. Untuk itu gunakan Iso ini pada kondisi yang memang diperlukan atau siasati dengan penggunaan filter ND.

Button ISO 50 tertulis L1.

Button ISO 50 tertulis L1.

Grafik DPreview tentang Dynamic Range Iso L1

Grafik DPreview tentang Dynamic Range Iso L1

X SYNCHRO BUTTON :

X sync adalah pilihan flash syncro dimana default max nya adalah 1/250. Speed ini dapat diadjust melalui custom setting menu braketing/flash : ada pilihan dari 1/60 s s/d 1/250 s. Setting sync disini otomatis akan menjadi default di tombol X sync. Nikon DF memiliki locking button pada tombol- tombolnya yang utama sehingga membuat settingan kita tidak  mudah tergeser oleh jari-jari tangan tanpa sengaja. Sering saat pemotretan speed command dial tergeser tanpa sengaja oleh Ibu jari, sehingga syncro speed menjadi tergeser ke 300 yg mengakibatkan gambar hitam separuh. Dengan X sync dengan locking button problem ini teratasi.

Pada Button terdapat code "X" sebagai X synchro speed

Pada Button terdapat code “X” sebagai X synchro speed

SYNCHRO SOCKET :

Pada kamera jadul dimana pemakaian wireless masih belum jamak, biasanya digunakan socket cable synch untuk mentriger lampu studio. Pada Nikon DF socket ini kembali dihadirkan, walaupun menurut saya sudah tidak banyak yang memakai. Tetapi dengan hadirnya socket ini menambah kesan “retro” yang menguat.

Socket Kabel synchro ditutup dengan plastic screw.

Socket Kabel synchro ditutup dengan plastic screw.

LOCKING BUTTON :

Nikon DF memiliki tombol-tombol yang mengadaptasi pada kamera jadulnya era awal dimana setiap melakukan perubahan pada tombol-tombol penting harus menekan tombol kunci ( locking button ) nya terlebih dahulu. Hal ini sangat nyaman untuk pemotretan di studio yang membutuhkan akurasi karena semua tombol utama tidak akan mudah tergeser tanpa sengaja, sehingga kita dapat focus pada pemotretan dengan tenang. Tombol yang memiliki kunci adalah : Speed  : 1/3 Steps,  speed Synch X, Speed Time T; ISO, dan Kompensasi. Sedangkan pada Mode PSAM menggunakan Pull selector. Para pemain traditionalist tentunya akan merasakan sensasi ke masa lalu.

Tombol-tobol utama terletak pada sisi atas kamera, dan dengan system locking yang aman.

Tombol-tobol utama terletak pada sisi atas kamera, dan dengan system locking yang aman.

TOP PLATE CONTROL :

Tombol control utama exposure terletak di body atas dan terlihat dengan jelas angka-angkanya. Sehingga pada pemotretan studio kita dengan mudah memantau kombinasi angka dan ukuran dengan jelas, tanpa perlu melihat di menu atau view finder.

CABLE RELEASE :

Pada pemotretan studio jaman dulu sering kita melihat sang fotografer menggunakan cable release sebagai penekan shutter. Kembali Nikon DF memberikan sensasi tersebut dengan menggunakan kabel ulir AR-3 sebagai penekan shutter. Anda mau modern? Nikon DF tetap menghadirkan wireless shutter remote maupun electronic cable MD2.

Nikon DF dengan cable Release AR-3 emnambah kesan Retro

Nikon DF dengan cable Release AR-3 emnambah kesan Retro

LCD 3,2 INCH :

LCD sudah di update menjadi lebih lebar 3,2 inch dengan resolusi 921K, pada LCD Nikon DF warna terkalibrasi dengan baik, dimana berbeda dengan saudaranya D800 yang pada awal keluarnya warna cenderung kehijauan. Dengan DF kita tidak kuatir untuk melakukan control warna dengan lcd kecilnya.

LCD yang lebar dan warna terkalibrasi dengan baik

LCD yang lebar dan warna terkalibrasi dengan baik

TANPA 10 PIN SOCKET:

Tanpa socket 10 pin membuat kita yang sudah bermain kamera top level Nikon akan mengganti beberapa accessories yang dimiliki. Beberapa bisa dilakukan dengan menggunakan adapter ke DC2 socket. Hal ini cukup dimengerti karena kamera ini ditujukan untuk pemain hybrid traditionalist sehingga keberadaan 10 pin socket akan mengurangi kesan traditionalistnya.

Socket Acessories  menggunakan MD2

Socket Acessories menggunakan MD2

WIFI WIRELESS CONTROL :

Jika masih belum puas dengan melihat hasil pemotretan model melalui LCD 3,2 inch maka kita masih bisa menggunakan Ipad, Imac maupun PC dengan menggunakan modul kecil wireless wifi WU-1a. Tidak hanya hasil jepretan langsung muncul dilayar monitor bahkan kita dapat melakukan control pemotretan secara wireless dari gadget kita semacam Iphone. WU-1a compatible dengan iOS maupun android. Sangat nyaman bukan?

Modul WU-1a untuk WIFI connection, small but powerfull

Modul WU-1a untuk WIFI connection, small but powerfull

wireless commander dapat dilakukan dari Laptop, android dan IOS

wireless commander dapat dilakukan dari Laptop, android dan IOS

RETOUCH MENU : 

Menu ini sangat membantu dalam post processing di dalam camera, cukup lengkap menunya. Tapi saya yakin buat para professional akan memilih bekerja di photoshop atau lightroom untuk powerfull menu. Bahkan ada Distortion dan Perspective control, cukup mudah untuk penggunaan praktis. (Lihat Gambar)

Retouch menu

Retouch menu

retouch menu

retouch menu

NEF (RAW) PROCESSING:

 Menurut saya yang paling praktis dan memudahkan dalam Retouch Menu adalah menu ini, karena kita dapat melakukan koreksi RAW praktis tanpa harus menggungakan Nikon Capture di PC / Laptop Kita. Kita mampu melakukan koreksi pada WB, Exposure, Picture Control, Noise Reduction, Color Space, Vignette control dan D Lighting. Semua hasil koreksi dapat langsung kita convert ke Jpeg. Sehingga jika pemotretan RAW kita sudah memuaskan dan membutuhkan koreksi cepat tanpa PC atau bahkan saat tidak ada PC yang compatile dengan RAW / NEF maka dengan mudah kita bisa merebah langsung RAW ke Jpeg di camera kita.

RAW Processing menu yang sangat berguna bagi pemain studio

RAW Processing menu yang sangat berguna bagi pemain studio

CHECKING WB di NEF (RAW) PROCESSING :

Mungkin cara tricky memanfaatkan menu WB pada  NEF / (RAW) processing adalah untuk melakukan checking white balance yang sesuai dengan keinginan kita saat on location/studio.

    Caranya :
    1. Setting camera ke RAW
    2. Setting WB ke Kelvin
    3. Lakukan prediksi pilihan angka Kelvin (misal K5500)
    4. Siapkan model dan lakukan test shoot
    5. Buka hasil test shoot di NEF (RAW) Procesing
    6. Lakukan perubahan angka kelvin sesuai dengan keinginan yang paling sesuai pada hasil fotonya (umumnya       untuk skin tone). Misalkan angka yang dirasa pas adalah K4500.
    7. Kembali ke menu Camera dan lakukan setting WB pada Kelvin K4500
    8. Semoga warna lebih sesuai dengan keinginan anda pada pemotretan berikutnya.
Cara praktis untuk control WB kelvin

Cara praktis untuk control WB kelvin

IMAGE QUALITY : 

Untuk test Image quality yang meliputi : Dynamic Range, Noise dan White Balance, saya akan mengambil data dari DPreview yang kita ketahui memang akurat. Disini saya mencoba menggunakan sample yang berkaitan dengan pemotretan untuk Studio/Model/Beauty. Dalam test ini saya ambil sample dari beberapa kamera :

1. Nikon yaitu Nikon D4 karena sensor DF menggunakan sensor ini, Nikon D800 karena secara harga hampir sama dengan Nikon DF, Nikon D600 karena secara Resolusi lebih tinggi dan harga lebih murah dari Nikon DF.

2. Sony A7 dan A7R sebagai pendatang baru yang muncul bersamaan dengan Nikon DF dan  sensor yang digunakan sama/setara/mirip Nikon D600 dan D800

3. Canon 5D mark 3 dan Canon 6D, dimana selama ini Canon identik dengan pemotretan model/fashion/beauty

DYNAMIC RANGE :

Dimana untuk mengukur bagaimana sensor menangkap detil (sebelum menjadi clipping) pada gradasi warna dari shadow (gelap) ke hi light (terang). Dimana kelebihan dari rentang dynamic range yang lebar tentunya akan mampu menangkap detil yang lebih baik pada pencahayaan gelap hingga terang. Semua data diambil dari DPreview.com

NIKON DF VS NIKON ( Active D Lighting OFF )

Grafik Nikon DF vs Nikon Full  dengan ADL Off

Grafik Nikon DF vs Nikon Full dengan ADL Off

Nikon DF memiliki Dynamic Range yang hampir sama dengan Nikon D4. Nikon DF rentang lebih lebar ke Hi Light sedang Nikon DF rentang lebih lebar ke shadow. Bisa dimaklumi karena Sensor Nikon DF dan Nikon D4 adalah sama.

Dynamic Range teringgi dipegang Nikon D800 yang memiliki resolusi tertinggi 36MP dan kedua dipegang oleh entry level Fulframe Nikon D600 dengan resolusi 24 MP.

NIKON DF VS NIKON ( Auto D lighting LOW )

Nikon DF vs Nikon Full Frame dengan ADL Low

Nikon DF vs Nikon Full Frame dengan ADL Low

Nikon DF pada penggunaan Auto D Lighting LOW dynamic range naik ke rentang shadow 2 sd 3 grades. Dan karakter dynamic Range menjadi serupa dengan Nikon D4.

Sedangkan pada Nikon D800 dynamic range naik menjadi 3 sd 4 grade, yang mengejutkan adalah Nikon D600 rentang Dynamic range mampu menyamai kakaknya. Nikon D800 lebih 1 grade ke rentang Hi light sedangkan Nikon D600 lebih 1 grade ke rentang shadow.

Jika anda menginginkan rentang Dynamic Range yang sama persis karakternya dengan Nikon D4 dan rentang DR naik 2 sd 3 grade maka pasang Auto D lighting (ADL)pada low. Pada posisi ini menurut saya karakter lighting tidak terlalu berbeda dengan karakter lighting metering normal tanpa ADL.

DYNAMIC RANGE NIKON DF pada setiap setting Auto D lighting

Dynamic Range Nikon DF pada setiap level ADL

Dynamic Range Nikon DF pada setiap level ADL

ADL Off terlihat langit wash out

ADL Off terlihat langit wash out

ADL High terlihat detil langit mulai terlihat.

ADL High terlihat detil langit mulai terlihat.

ADL extra High, detil langit terlihat sempurna

ADL extra High, detil langit terlihat sempurna

Nikon DF pada setting Auto D Lighting pada tahap Normal, High dan Extra High 2 lebih menge “push” ke sisi Hilight, dengan karakter ini harapanya foto kita akan lebih terjaga karena hanya pada detil highlight yang akan dimunculkan, sedangkan sisi shadow tidak terangkat drastis. bisa dilihat pada foto ilustrasi di atas misalkan detil awan menjadi terekam dengan baik pada sisi shadow tetap terjaga baik. Yang perlu diperhatikan adalah hati-hati pada pemotretan dengan ADL yang terlalu tinggi kadang akan memunculkan kesan over, dan selalu diingat bahwa ADL akan lebih optimal untuk pemotretan yang membutuhkan detil hi Light. Lakukan serangkaian test untuk mengenali karakternya ADL pada setiap interval dan kondisi lighting. Pemakain ADL yang moderat misalkan Low sd Normal akan menjaga karakter metering lighting tidak terlalu jauh berbeda hasilnya atau jika anda ragu aktifkan ADL pada post processing RAW.

DYNAMIC RANGE NIKON DF VS CANON 6D VS CANON 5DM3 VS D600 ( ADL OFF )

Nikon DF vs Canon 5DM3, 6D dan Nikon D600 pada ADL Off

Nikon DF vs Canon 5DM3, 6D dan Nikon D600 pada ADL Off

Jika kita lihat grafik dynamic range yang dibuat oleh DPreview.com maka Nikon DF berada diurutan ketiga : urutan pertama Canon 5DM3, kedua Nikon D600, ketiga Nikon DF dan keempat Canon 6D (hampir sebanding).

DYNAMIC RANGE NIKON DF VS SONY A7, SLT99 DAN NIKON D600

Nikon DF vs Sony A7, Sony SLT99 dan Nikon D600 pada ADL off

Nikon DF vs Sony A7, Sony SLT99 dan Nikon D600 pada ADL off

Jika kita cermati semua sensor yang dipakai oleh kedua brand ini dibuat oleh sony, sehingga karakter dari sensor CMOS kedua brand ini hampir mirip. Disini terlihat Dynamic Range keempat kamera ini hampir sama. Pada uji test ini Nikon DF sedikit berada dibawah Dynamic Range ketiga kamera ini.

KESIMPULAN :

Dynamic Range Nikon DF sebanding dengan Nikon D4 dan tidak berbeda jauh dengan Sony A7, Sony SLT 99 dan Canon 6D, sedangkan Dynamic Range teringgi pada Canon 5DM3 dan Nikon D800

NOISE :

Untuk pemotretan pada kondisi outdoor yang memanfaatkan available lighting pada kondisi gelap, misalkan sore, malam atau pemotretan dengan karakter pencahayaan gelap, maka dibutuhkan kamera yang memiliki Noise handling yang baik sehingga image tetap bagus/acceptable. Untuk test ini kita akan melihat pada file quality RAW, pada uji yang dilakukan oleh DPreview.com.

ISO 100 : NIKON DF vs NIKON vs SONY vs CANON

ISO 100 pada skin tone warna gelap

ISO 100 : Nikon DF vs Sony A7R pada skin tone warna gelap

Pada Uji pertama adala Iso 100 karena pada posisi ini semua kamera yang di uji pada titik otimum quality image-nya

Pada uji sample skin tone warna gelap di atas terlihat bahwa karakter warna Nikon DF dan Nikon D4 sangat menyerupai. Sedangkan Nikon D800 dan Sony A7R sedikit perbedaan pada ketajaman  sony A7R (lebih tajam sedikit) karena tanpa menggunakan Filter AA pada sensornya ( saya yakin jika diuji dengan Nikon D800E maka kedua camera akan sama). Jika dilihat karakter warna Sony memiliki kecenderungan warna lebih saturated dan sedikit kekuningan.

ISO 100 pada skin tone warna terang

ISO 100 : Nikon DF vs Sony A7R dan D800 pada skin tone warna terang

Jika dilihat dari sample skin tone warna putih diatas terlihat bahwa Nikon DF dan Nikon D4 sangat menyerupai. Sedangkan pada Nikon D800 dan Sony A7R yang share sensor memiliki sedikit berbeda karakter warnanya, dimana SONY A7R sedikit kekuningan.

Iso 100 Nikon DF vs Canon 6D dan Canon 5DM3 pada skin tone warna gelap

Iso 100 : Nikon DF vs Canon 6D dan Canon 5DM3 pada skin tone warna gelap

Jika dilihat dari sampel uji skin tone warna gelap di atas terlihat bahwa handling karakter warna antara Nikon dan Canon sangat menyerupai. Pada Canon 5DM3 sedikit lebih tajam dari lainnya. Sedangkan Nikon DF, Nikon D4 dan Canon 6D hampir sama.

ISO 100 Nikon DF vs Canon 5DM3 dan Canon 6D pada skin tone warna terang

ISO 100 : Nikon DF vs Canon 5DM3 dan Canon 6D pada skin tone warna terang

Pada sampel uji diatas untuk skin tone warna putih, hanya canon 5DM3 yang sedikit merah sedangkan ketiga yang lain menyerupai. Nikon Df dan Nikon D4 karakter warnanya menyerupai, tak mengherankan karena Sensor dan processor yang dipakai adalah sama.

ISO 6400 : NIKON DF vs NIKON vs SONY vs CANON

ISO 6400 Nikon DF vs Sony A7R

ISO 6400 : Nikon DF vs Sony A7R dan D800

Pada Noise 6400 dari gambar sampel di atas terlihat bahwa Nikon DF dan Nikon D4 handling noise sangat menyerupai dan lebih unggul/baik dibandingkan dengan Nikon D800 dan Sony A7R. Pada Nikon D800 dan Sony A7R bisa dipahami kalah dalam hal noise karena resolusi sensor yang lebih tinggi yaitu 36MP.

ISO 6400 Nikon DF vs Sony A7R dan Nikon D800

ISO 6400 : Nikon DF vs Canon 5DM3 dan Canon 6D

Pada noise 6400 pada sample Nikon dan canon diatas terlihat bahwa Nikon DF dan Nikon D4 lebih unggul dibandingkan canon, sedangkan Canon 5DM3 terlihat noisenya paling tinggi dibandingkan canon 6D.

ISO 12800 : NIKON DF vs NIKON vs SONY vs CANON

ISO 12.800 Nikon DF vs Sony A7R dan Nikon D800

ISO 12.800 : Nikon DF vs Sony A7R dan Nikon D800

Pada Iso 12800 dari gambar di atas terlihat bahwa Nikon DF dan Nikon D4 lebih unggul dibandingkan dengan Nikon D800 dan Sony A7R. Sementara Nikon D800 dan Sony A7R terlihat menyerupai, karena kedua kamera ini sharing Sensor yang sama, keunggulan seri R dimana filter AA dilepas tidak terlihat tajam pada noise 12800 dimana Nikon D800 terlihat lebih tajam sedikit.

ISO 12.800 : Nikon DF vs Canon 5DM3 dan Canon 6D

ISO 12.800 : Nikon DF vs Canon 5DM3 dan Canon 6D

Pada iso 12800 antara Nikon dan Canon pada gambar diatas terlihat bahwa Nikon DF dan Nikon D4 lebih unggul dalam handling Noise, sedangkan Canon 5DM3 handling noise masih kurang baik  dibanding dengan “adiknya” Canon 6D.

KESIMPULAN :

NOISE : Handling Noise Nikon DF dan Nikon D4 adalah sangat menyerupai dikarenakan sensor dan processor yang dipakai adalah sama. Dari sample ISO tinggi (iso 6400 dan 12800) Nikon DF lebih leading/baik handling Noisenya  dibandingkan Canon ( 5DM3 dan 6D) dan Sony A7R.

KARAKTER WARNA :  jika dilihat pada ISO 100 antara Nikon DF dan Canon karakter warnanya menyerupai sementara Sony terlihat warnanya lebih saturated dan sedikit kekuningan.

WHITE BALANCED TEST

White balanced yang akurat sangatlah penting dalam pemotretan model/beauty/fashion karena akan menyangkut pada keakuratan warna yang kita kehendaki. Disini saya mencoba melakukan test sederhana tentang handling white balanced AUTO, FLUORESCENT, INCANDECENT dan FLASH  karena umumnya ketiga lampu artificial ini yang sering dihadapi dan wb kadang tidak akurat.

LAMPU FLASH :

Sumber : Studio Flash dengan WB Auto

Sumber : Studio Flash dengan WB Auto

Sumber Cahaya : Studio flash dengan white balance FLASH

Sumber Cahaya : Studio flash dengan WB FLASH

    HASIL :
    WB Auto : akurat
    WB Flash : akurat

KESIMPULAN :

pada saat pemotretan dengan studio Flash, kita dapat melakukan setting WB dengan aman pada WB auto atau WB flash, karena keduanya akurat

LAMPU FLUORESCENT / NEON

Sumber cahaya Neon Fluorescent setting WB pada AUTO

Sumber cahaya Neon Fluorescent setting WB pada AUTO

Sumber Cahaya Neon Fluorescent setting WB pada FLUO on Day White Fluorescent

Sumber Cahaya Neon Fluorescent setting WB pada FLUO on Day White Fluorescent

HASIL :

WB Auto : Akurat

WB Seeting FLUO : hasil kurang akurat

KESIMPULAN :

WB Fluo : ada tujuh macam pilihan, diantara ketujuh pilihan yang paling mendekati akurat pada penggunaan philips daylight adalah : day white fluorescent.

Saya menganjurkan untuk pemakaian lampu fluorescent gunakan saja WB auto karena lebih akurat. Mungkin masalah utama kita adalah sulit untuk membedakan karakteristik/jenis/bahan lampu fluorescent sehingga saat memilih setting pun kita menjadi bingung mana yang tepat. Pada contoh saya ambil setting yang paling mendekati adalah setting Day White Fluorescent, sedang yang lainnya lebih mengarah ke biru.

LAMPU INCANDESCENT / PIJAR

Sumber Cahaya lampu Pijar/ Incandescent, setting WB pada AUTO

Sumber Cahaya lampu Pijar/ Incandescent, setting WB pada AUTO

Sumber cahaya lampu pijar/incandescent dengan setting WB pada INCANDESCENT

Sumber cahaya lampu pijar/incandescent dengan setting WB pada INCANDESCENT

    HASIL :
    WB Auto : hasil kurang akurat ( lebih ke arah warm )
    WB Setting INCANDESCENT : hasil kurang akurat ( lebih kekuningan )

KESIMPULAN :

Pada sumber cahaya pijar baik auto maupun setting white balance hasilnya keduanya kurang akurat, jadi dalam kondisi cahaya ini gunakan setting Kelvin atau melakukan preset custom white balance. Jika kesulitan untuk menggunakan setting Kelvin atau preset WB, pilihan auto tetap lebih baik karena warna cenderung ke warm sedangkan pada setting Incandescent warna menjadi kekuningan.

SAMPEL PEMOTRETAN DENGAN LAMPU STUDIO

STUDIO FLASH dengan WB Auto

STUDIO FLASH dengan WB Auto

    Sumber studio Flash dengan white balance AUTO, skin tone dan warna sangat natural.
STUDIO FLASH + Fill in Orange dengan Setting WB Kelvin 5500

STUDIO FLASH + Fill in Orange dengan Setting WB Kelvin 5500

    Sumber studio Flash dengan  fill in filter orange, setting WB Kelvin pada 5500K, skin tone terlihat natural. ( penghitungan Kelvin dengan metode NEF Processing menu, sangat memudahkan kalibrasi Kelvin! ).
Sumber cahaya MATAHARI dengan setting WB Auto

Sumber cahaya MATAHARI dengan setting WB Auto

Sumber cayaha window Lighting matahari, white balance Auto handling dengan baik sekali, warna skin tone terlihat sangat natural.

KESIMPULAN :

AUTO WB pada Nikon DF sangat baik dan akurat, untuk itu kita tidak perlu kuatir untuk memakai default AUTO WB. Tetapi sebaiknya bandingkan terlebih dulu dengan custom preset untuk pemotretan yang lebih serius. Pada pemotretan studio penggunaan setting Kelvin akan menjaga WB kita lebih stabil/konsisten. Sedangkan untuk pemakaian outdoor dan dalam kondisi mix light sebaiknya menggunakan setting WB Auto (kecuali ada source lighting yang akan dijadikan key lighting).

MY THOUGHT

NIKON DF adalah kamera retro buat penggemar hybrid traditionalist dengan kualitas image Nikon Flagship D4. Dengan kata lain : Nikon Df adalah kamera ber Image D4 dengan harga D800, BEST DEAL and WORTH IT !!! Jadi untuk pemotretan Model / Beauty / Fashion / Studio kemampuan dan image quality-nya tidak perlu diragukan lagi. 

Akhir kata apa yang saya tulis tidaklah sempurna,  semoga apa yang saya tulis dan pikirkan tentang kamera ini bisa bermanfaat buat teman pecinta fotografi.

PROJECT DF : THE HANDS THAT ROCK THE CRADLE

the hands 5

the hands 7

the hands 4

the hand 2

BEHIND THE REVIEW

the Gear

the Gear

The Generator

The Generator

The Head

The Head

The speedlight

The speedlight

The Camera

The Camera

The setting

The setting

Berbagai sumber :

Many Thanks to Mr. Sukimin Thio from Nikon Indonesia

DPreview

Ken Rockwell

Nikon

DxO